Kamis, 05 Desember 2013

INI CARANYA MENGGAMBARKANKU

"Sekilas kita tak pernah tau apa yang kita dapat dan kita rasakan... kita berjuang dalam suatu proyeksi alam bawah sadar. Bukan ingin menjadi nyata, tapi ingin menjadi berguna. Keteguhan hati manusia ini dan gerak gemulai tanpa basa basi memperlihatkan saya ketika menonton serial di kotak berwarna.

Tapi ini indah, sikap jenaka, serius dan terlihat tak terbeban walau banyak himpitan tuntutan eksistensi sebagai manusia. Dia selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan terlihat sebagai single fighter bagi dirinya sendiri. Walau mungkin dia pasti mempunyai masalah dan semua orang pasti punya.

Berbasis pengetahuannya tentang bahasa inggris membuatnya sedikit otoriter dengan ilmu barat dan sedikit asam karat. Mungkin itu yang ingin dia sampaikan saat mulai mencoba bergerak sedikit di himpitan hidup stagnan. Mencoba mendobrak segi-segi liar dalam dirinya dan mencoba mencari apa itu kebebasan dalam jalurnya..

Mungkin susah ditebak seperti lingkaran segitiga bermuda yang hanya ada untuk ditakutkan. Tapi kata "SALUT" pantas dia sandang dari saya. Dengan keterbatasan kain di atas kepalanya dia coba berbaur dengan segala kalangan dan menempatkan diri diantara mereka. Dengan sikap yang dia tenteng tanpa rasa curiga. Dia mampu berbaur dan bereksperimen dengan tingkat khayalnya.

Wajah karet yang senantiasa dia ubah dan tubuh mungil yang senantiasa dia lemaskan... membuat orang ingin menyapanya... "HAY MONA LETS MAKE SOME NOISE !!!!"



Ini, tulisan salah seorang teman untuk hari ulang tahunku yang menginjak angka "2" bulan Juli lalu. Waaaaa gak kerasa, udah 20 tahun aja nih.. Kado dia baru nyampe di Indonesia setelah melakoni perjalanan dari Jerman sana.. :') luar biasa ya kawan satu ini, padahal doa dari kamu aja udah lebih dari cukup buat aku lho.. tapi kalau ada bonusnya kayak gini ya gak bisa nolak juga sih... hahaha *ini hanya formalitas basa basi saja*
Oke, ternyata ini cara dia menggambarkanku :)
Thank you, Hani
continue reading INI CARANYA MENGGAMBARKANKU

Selasa, 03 Desember 2013

DALAM DOA

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu


(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”)




Jangan salah paham ketika seorang Mona tetiba bersajak ria melambung-lambung, ini hanya karena disponsori hujan sore ini. Entah kenapa cuaca itu bisa memberi andil besar dalam fluktuasi perasaan saya... hahaha *sumpah, gue gak ngerti sama jalan pikiran lo Mon*.
Kalau ini doa saya hehe...
Dalam Doaku....
Rindu ingin melihat alam Indonesia lebih banyak lagi :) seperti dulu, sedang bosan saja terkurung di petak-petak ruangan ini... Semalam itu mimpi, dalam mimpi itu ada suara 'Edelssss sedunia dapat salam dari hamparan edelweis di Semeru.... Katanya "Kapan kau mampir?" ' pffftt -_- hahaha :)

Sekian... Salam
continue reading DALAM DOA

Sabtu, 30 November 2013

Mari Berhenti Sejenak untuk Evaluasi Gerakan

Ada yang menarik dari buku yang saya baca malam ini. Dari buku ini kok saya jadi berpikir bahwa tak ada yang salah (harus malah) ketika seseorang berhenti sejenak untuk mengevaluasi gerakannya. Ya, yang jadi masalah kalau keterusan berhentinya itu sih hehe... Entah disadari atau tidak, ketika kita sudah berjalan terlalu jauh, ada yang mengusik hati 'apakah benar jalan yang ini? apa benar yang seperti ini?' dan yang paling desss banget itu 'apa ini yang aku mau? atau yang kulakukan selama ini hanya untuk memenuhi ekspektasi lingkungan dan orang-orang sekitarku saja?' nah lho gimana tuh :) 


Begini analoginya

Mari kita berhenti sejenak disini! Kita sudah relatif jauh berjalan bersama dalam kereta ini. banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi, banyak juga yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat laju kereta, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu di gerbong kereta ini, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret, juga banyak kursi kosong dalam kereta ini yang semestinya bisa ditempati oleh penumpang-penumpang baru tapi tidak sempat muat. Dan masih banyak lagi !
Jadi mari kita berhenti sejenak disini ! Kita memerlukan saat-saat itu; saat dimana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual, saat dimana kita melepaskan sejenak beban yang selama ini kita pikul yang mungkin menguras stamina kita.
Kita memerlukan saat-saat seperti itu karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita lalui dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita raih; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah beubah.

Sekian. Terimakasih.. Semoga bermanfaat :)
continue reading Mari Berhenti Sejenak untuk Evaluasi Gerakan

Jumat, 15 November 2013

Analisis Saya, Mahasiswa Itu Dipersiapkan

Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa justru ingin hebat karena nama besar kampusnya. Memang tak semua, tapi ini fakta. Ada di sekitar kita. Berjuang untuk memenuhi standar kualitas kampus supaya bisa duduk di salah satu bangku yang dimilikinya, untuk kemudian tersadar, “Ah.. aku bisa masuk kemari, tapi tolong! Bagaimana cara keluarnya?” Hehehe.
Maaf ya. Saya jadi merasa bersalah. Bersalah karena mengawali tulisan ini dengan pesimis.

Kalau saya bangun tidur, saya suka bercermin, dan di cermin itu saya melihat wajah sendiri. Ini tentu berbeda kalau orang lain yang bercermin. Pastilah yang ada di cermin itu jadi bukan wajah saya, tapi wajahnya. Tapi wajah siapapun itu, jika ia mahasiswa seperti saya.. sesungguhnya kita melihat hal yang sama. Ya, disana ada wajah seseorang yang di masa depan memiliki kesempatan sama untuk cemerlang, penuh karya, dan membanggakan keluarga, hingga negara. Kenapa jauh-jauh harus membanggakan negara? Lho, bukankah impian itu jangan tanggung-tanggung.

Masa-masa sebagai mahasiswa, adalah masa-masa paling leluasa untuk mengeksplorasi banyak hal. Eksplorasi kecerdasan dengan berbagai ilmu pengetahuan. Eksplorasi pengalaman dengan menembus berbagai batas ketakutan yang menjelma jadi kemampuan. Eksplorasi jiwa dengan memahami bahwa tak semua perjuangan berbuah seperti yang diharapkan, sehingga menjadikan diri semakin lapang dan bijaksana. Juga eksplorasi hati dengan berbagai luka yang dihadirkan untuk mendewasakan.

Kita ada disana, sebagai mahasiswa, bukan sekedar dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang kelak akan manggut-manggut pada atasan. Bukan itu. Masa-masa itu mempersiapkan kita supaya bisa menghasilkan ide dan gebrakan, agar bisa membuat banyak terobosan, dengan tetap rendah hati dan rangkaian perilaku baik lainnya. Ah, apalagi kalau masa-masa itu cuma dipakai untuk menyesal karena ingin hebat sebab terpana pada nama besar kampus, bukan punya misi untuk menghebatkan nama kampus sebab kehadiran kita disana. Misal ingin kuliah di Institut Teknologi XXX . Terserah jurusannya apa, yang penting Institut Teknologi XXX. Padahal hasratnya bukan di teknik. Duh.

Tahukah, setiap pola berulang yang saya dan kamu lakukan di kampus sebagai mahasiswa selama bertahun-tahun, kelak ketika kita berganti peran dan terjun ke masyarakat, kita akan memperkuat pola itu. Jadi kalau sudah punya kebiasaan berharap pada nama besar kampus untuk bermasa depan baik namun mengorbankan hasrat diri yang sesungguhnya bukan bermisi memperbesar nama kampus karena kehebatan kita, maka akan begitu pula polanya di ruang lingkup yang lebih besar.

Saya berpikir begitu karena saya tahu, dan lebih daripada itu.. saya meyakini, bahwa jauh lebih mulia sibuk memberi, daripada menerima. Dan kelak di masa yang lain, yang bukan kehidupan, kita pun tidak akan dihampiri pertanyaan, “Apa saja yang sudah kau terima?” melainkan “Apa saja yang sudah kau berikan dengan semua potensi yang sudah diberikan-Nya?” Dalam sekali bukan.
#bergerak
continue reading Analisis Saya, Mahasiswa Itu Dipersiapkan

Rabu, 13 November 2013

DUA MINGGU, MENDARAT DI DUA PULAU



Oke, Bismillah….
Saya kembali lagi menghirup udara Semarang setelah beberapa waktu lalu sempat menghirup udara di dua kota dengan pulau yang berbeda….

Kisah ini dimulai dari ‘kegilaan’ tiga muda yang mengharap tidak hanya jadi orang biasa saat mendapatkan kesempatan menyandang status sebagai mahasiswa. Wujud cinta pada kampus kami, langkah nyata untuk menyandingkan warna biru dongker almamater kami dengan almamater lain, bukti usaha kami untuk label yang sering orang berikan ‘Scientist muda bangsa’ untuk negeri ini…
Aku punya mimpi  “Setidaknya minimal aku harus menorehkan satu prestasi di Undip sebelum aku lulus”….
Mimpi-mimpi itulah yang kami dengung-dengungkan setiap saat, kami tempel di tembok kamar kami, kami lihat tiap bangun pagi sambil mengulum senyum harapan…
Ya!!! Berangkat dari kalimat sederhana itu kami bergerak, berangkat dari mimpi-mimpi untuk kampus kami, fakultas kami, jurusan kami…

Saya, Hakim, dan Mbak Maerani… Tiga muda ini akhirnya mendapat kesempatan untuk menuju pulau seberang membawa gagasan tentang keilmuan yang menjadi bidang kami. Kami memang hunter lomba karya tulis. Tapi jangan kira jalan kami begitu mulus… sebelum karya tulis ini, saya pribadi sudah tertolak berulang-ulang kali gagasannya, begitupun dengan dua kawan saya itu. Dari passion yang sama, kami berpikir bahwa tiga lebih baik daripada satu ;)
Bergabunglah kami menjadi satu tim, tentu dengan bimbingan seorang kakak yang luar biasa seperti mbak Maerani, dan kawan yang tangguh seperti Hakim. Tapi hadangan tidak berhenti sampai disitu, kesibukan kami masing-masing sebagai aktivis kampus, menjadikan kami harus ‘jatuh bangun’ sebenarnya untuk menjadi hunter LKTI. Rapat online sampai larut malam (karena punya waktunya saat malam saja, pagi sampai sore space untuk kuliah dan amanah di lembaga kampus hehe), ngumpul di markas mbak Maerani dengan bacaan jurnal-jurnal yang harus dipahami, lari kesana kesini hujan-hujan karena dikejar deadline, dan lain lain… ya, saat kami mulai lelah, kami ingat bahwa perjuangan kami tidak boleh terhenti di tengah jalan. Kita yang memulai, kita wajib menyelesaikannya hingga akhir!!! Ini harga mati bagi kami. 

Alhamdulillah, peluh kami terbayar ketika berturut-turut pengumuman lomba itu datang. Kami diundang ke dua pulau berbeda. Untuk berangkat ke pulau seberang pun masih saja banyak hadangan, mulai dari pengajuan dana, bebarengan dengan jadwal ujian tengah semester... Fokus saya ketika itu ya menyelesaikan amanah saya terlebih dahulu di lembaga, baru pergi. Alhamdulillah.. Dia memberi kemudahan jalan.. let it flow. Dia punya rencana, yakin kami.. manusia tugasnya ya berusaha dan berdoa.

Kami menyabet Juara II Lomba Karya Tulis Spesifik Profesi Nasional di Bengkulu

dan menjadi Finalis INOVASI Nasional 2013 Indonesian Youth Festival of Science di Makasar…



Orang-orang yang
berpikir bahwa aktivis kampus tak ada karya nyata dalam bentuk prestasi akademis, itu salah besar!!! Kami bertiga mencoba membuktikan itu..

Kita harus selalu percaya bahwa setiap mimpi pasti bisa tercapai dengan kerja keras, peduli terhadap sesama, dan kita dapat menginspirasi orang banyak dengan hal-hal positif pada diri kita. Insya Allah kami tidak akan berhenti sampai disini, tapi tetap akan terus #bergerak
continue reading DUA MINGGU, MENDARAT DI DUA PULAU

Sabtu, 14 September 2013

DUNIA CYBER, SARANA MEDIA INFORMASI TERBARUKAN

Oleh: Monaliza Sekar Rini

Abad ke-21 ini informasi bukan hanya menjadi pelengkap dalam kehidupan manusia di belahan dunia manapun, namun sudah menjadi kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi. Ini terjadi akibat semakin berkembangnya berbagai bidang mulai dari bidang ekonomi, bidang kesehatan, bidang sosial pertahanan, dll. Keberadaan media massa sebagai penyedia informasi mulai menjamur.
Sebelum berkembangnya media internet di Indonesia, media informasi yang menjadi andalan masyarakat adalah media cetak, radio, dan televisi. Seiring berkembangnya zaman, masyarakat menginginkan informasi terbaru yang lebih cepat, akurat dan mudah untuk di akses. Karena itu inovasi-inovasi media dalam menyampaikan informasi mulai dikembangkan.
Menurut data statistik United Nations Department of Economic and Social Affairs tahun 2010, pengguna internet di Indonesia semakin meningkat sejak tahun 2000 hingga 2010 sebesar 12,3 %. Hal itu didukung dengan berdirinya Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia tahun 1994 (1). Internet mulai dikenal oleh masyarakat, perlahan-lahan kemudahan untuk mendapatkan akses internet ini semakin mudah.
Melihat hal itu, beberapa media cetak yang biasanya terbit setiap harinya, mencoba membuat semacam inovasi agar pembaca setianya tidak pindah ke media lain. Beberapa media cetak yang ada di Indonesia perlahan tapi pasti mulai menghadirkan tampilan berita serta informasinya dalam bentuk online. Memang saat ini dengan rutinitas dan aktivitas masyarakat yang begitu padat memaksa mereka untuk selalu up to date informasi terbaru yang terjadi setiap harinya tanpa terikat oleh waktu. Inilah yang menjadi asal mula dunia cyber sebagai sarana penyebaran informasi di tengah masyarakat.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang aktual, memasuki era globalisasi diperlukan adanya keterpaduan dan sinergi dari seluruh pihak yang bersangkutan, kemajuan teknologi informasi berdampak pada perubahan pola kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kemudahan-kemudahan dalam berbagai aktivitas dengan menggunakan sarana informasi yang lebih modern sebagai dampak dari keinginan dan perubahan tersebut.
Perkembangan teknologi informasi seperti akses internet (cyber) sebagai sebuah sarana informasi global dimana dunia  cyber ini dapat dikatakan sebagai ensiklopedia dunia yang merupakan pusat dari segala informasi seluruh dunia yang efisien dan efektif. Pengaksesan internet yang saat ini mudah dilakukan dan mampu menjangkau seluruh dunia membuat pemanfaatan situs-situs media massa akan lebih mendunia dimana media massa dapat menyampaikan informasi terbaru secara lebih mudah dan efisien kepada masyarakat.
Sebagai media informasi, dunia cyber akan memberikan beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan media informasi konvensional berupa koran, majalah maupun media cetak lainnya. Dunia cyber jauh lebih efektif dan efisien dibanding penyebaran informasi melalui media cetak. Proses penyebaran informasi melalui internet dapat menjangkau berbagai wilayah geografis di dunia dengan cepat. Jika ditinjau dari segi biaya, penyampaian informasi melalui dunia cyber lebih terjangkau dibandingkan media konvensional yang membutuhkan kertas dan tinta. Sehingga media informasi melalui internet ini telah menjadi sebuah sarana penyebaran informasi yang sangat menggembirakan dan menguntungkan bagi umat manusia. Inilah sebabnya dewasa ini dalam perkembangannya dunia cyber memiliki banyak peminat sebagai media penyampai informasi dibandingkan dengan media informasi konvensional.



 

(1) Yuhefizar. 2008. 10 Jam Menguasai Internet: Teknologi dan Aplikasinya. Jakarta: Gramedia (hal 6-7).
continue reading DUNIA CYBER, SARANA MEDIA INFORMASI TERBARUKAN

Media sebagai Transformasi Dunia Pendidikan

Oleh: Monaliza Sekar Rini
(Ini tulisan [lomba essay pengelola LPM Manunggal Undip periode 2012] pertama saya ketika mulai terjun ke dunia pers kampus… Mohon dimaklumi :’) )

Semua tentu sepakat apabila pendidikan menjadi salah satu kunci kemajuan dan keberlangsungan sebuah bangsa. Kontribusi dan peran pendidikan tetap menjadi salah satu faktor penting dan menjadikan sebuah bangsa tetap eksis. Sebab, melalui pendidikan akan lahir sumber daya manusia (SDM) handal dan berkualitas yang akan berperan serta berkiprah sebagai penggerak pembangunan bangsa di masa mendatang terutama pada negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.
Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan berupa serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual dan individu yang belajar, tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan. Hal tersebut selaras dengan pendapat dari John Dewey seorang ahli dan pengamat dunia pendidikan yang memaknai pendidikan sebagai proses pembaharuan makna-makna pengalaman lewat transmisi insidental dan intensional. Pendapat ini diperkuat lagi oleh Brubacher dalam bukunya Modern Philosophies of Education yang menyebutkan, “Pendidikan diartikan sebagai proses timbal balik dari setiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman dan alam semesta. Pendidikan merupakan pola perkembangan yang terorganisasi dan kelengkapan dari semua potensi manusiawi, moral, intelektual dan jasmani oleh dan untuk kepribadian individunya serta kegunaan masyarakatnya yang diarahkan demi menghimpun semua aktivitas tersebut bagi tujuan hidupnya.”
Di balik nilai pentingnya sebuah pendidikan bagi suatu bangsa, banyak hal yang menunjang perkembangan dunia pendidikan tersebut. Berbicara tentang perkembangan dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari media. Karena salah satu hal yang menunjang dunia pendidikan adalah media. Keberadaan media tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari pada abad ini. Sedikit atau banyak, sengaja atau tidak disengaja, media selalu kita butuhkan termasuk dalam dunia pendidikan. Media pendidikan adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk media pendidikan. Misalnya saja radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Secara umum fungsi media mencakup empat hal yaitu menyebarluaskan informasi, kritik sosial, hiburan, dan pendidikan. Kata media sendiri berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian, maka media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dalam hal pendidikan, media tidak hanya berperan memberi informasi terhadap masyarakat yang menjadi pembaca atau pemirsanya, namun juga berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Di samping menyuguhkan informasi-informasi terbaru dari peristiwa yang terjadi, media juga memberikan rangsangan kepada publik untuk berbuat dan kreatif. Tindakan aktual dan kreatif yang didapatkan dari rangsangan media akan menimbulkan hal-hal baru dalam dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan secara umum media memiliki peran sebagai berikut: memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis; mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra karena dengan adanya media maka para pelaku dalam dunia pendidikan dimana pun dan kapan pun akan dapat melakukan kegiatan pendidikan. Peran media massa dalam dunia pendidikan juga cukup besar. Hanya, perannya selama ini terbatas sebagai penyebar informasi saja. Media massa menjadi jembatan informasi antarkalangan pendidik yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan. Contohnya saja koran atau majalah menginformasikan kegiatan-kegiatan sekolah dan isu-isu lain yang menyangkut pendidikan. Jika para pelaku pendidikan dapat menangkap hal-hal yang menyangkut edukasi dari media maka tidak diragukan lagi jika para pelaku pendidikan akan berkembang ke arah yang lebih baik karena banyak hal-hal baru sebagai tambahan pengetahuan yang didapatkan di luar kegiatan pendidikan secara formal. Karena pelaku pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan dunia pendidikan itu sendiri maka dengan berkembangnya para pelaku pendidikan ke arah yang lebih maju sebagai bentuk salah satu peran media dalam hal edukasi, maka hal itu akan berdampak baik juga pada perkembangan dunia pendidikan itu sendiri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa berkembangnya media berbanding lurus dengan perkembangan dunia pendidikan. Semakin maju dan banyaknya trobosan-trobosan baru ataupun inovasi pada media maka dunia pendidikan pun akan semakin mendapatkan banyak akses dalam hal edukasi. Dapat kita bayangkan jika tidak ada media untuk menunjang dunia pendidikan, maka segala informasi yang berguna dan dibutuhkan dalam dunia pendidikan serta hal-hal yang berbau pendidikan sebagai salah satu dari empat pokok fungsi media akan terputus.
Dapat dilihat betapa banyak fungsi serta peran media pada dunia pendidikan dewasa ini. Jika dikaji lebih jauh, peran media bisa lebih besar lagi. Di samping fungsi informatif, media juga dapat mendorong kreativitas-kreativitas baru pelaku pendidikan baik guru maupun anak didik dalam mengembangkan kompetensinya. Menurut penulis, media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, serta kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses  belajar pada dirinya. Tetapi sejauh ini peran media di Indonesia lebih khusus surat kabar dan televisi lebih banyak pada informasi dan hiburan. Fungsinya dalam hal pendidikan kurang dapat dirasakan atau bisa dikatakan minim jika dibandingkan dengan fungsi informasi dan hiburannya. Padahal fungsi pendidikan juga cukup bagus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian media massa dalam mendorong kualitas pendidikan suatu bangsa. 
Harus kita akui bahwa peran media dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan dunia pendidikan suatu bangsa. Pendidikan yang menggunakan media yang tepat, akan memberikan hasil yang optimal bagi pemahaman para pelaku pendidikan terhadap tujuan pendidikan. Dari uraian di atas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa ada hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan antara media dan tujuan pendidikan yang pada akhirnya akan memberikan pengaruh pada perkembangan dunia pendidikan.


continue reading Media sebagai Transformasi Dunia Pendidikan

statistics

Bukan pakar, mari sama-sama belajar. Pun bukan ahli, mari saling berbagi | Melangit dan Membumi

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact