Minggu, 16 Mei 2021

Semua Titipan Allah

Allah, layaknya apa yang Kau lekatkan pada tubuhku, begitu pula dengan apa yang Kau berikan pada hidupku bukan? Kenyaman hidup, rumah untuk bernaung, suami dan anak yang kusayangi..  semua hanya titipanMu bukan?

.

Tugasku merawatnya dan menjaganya kan? Memuarakan semua syukur dan penjagaan serta perawatanku sebagai sarana bekal mengumpulkan pahala menuju dan mendekatiMu.

.

Salah bila aku menyayangi semuanya dengan dasar si titipan itu sendiri kan?

.

Allah aku akan menjaga semuanya sekuat tenagaku, tak akan menyerah sama sekali karena menyerah bukanlah jalan ninjaku. Tapi Allah, mohon lembutkan  hatiku untuk selalu memuarakan cinta kepadaMu, ingatkan diriku selalu bahwa mereka semua adalah titipanMu, hingga aku mampu menjadi sebaik-baik perpanjangan tanganMu untuk menjaga dan merawat mereka semua. Jauhkan aku dari rasa khawatir dan kecewa akan kehilangan mereka karena semua adalah milikMu. Aamiin

continue reading Semua Titipan Allah

Untuk Cita-Citaku Yang Tak Pernah Jadi Nyata

Kalau diingat-ingat, aku dulu begitu yakin dan percaya akan menujumu saat sudah dewasa. Tapi, hidup membuka dirinya, dan kini aku menjalani rute yang sama sekali berbeda. Bertahun-tahun aku berusaha rela, dan meyakinkan diri bahwa aku baik-baik saja. Kuharap suatu hari nanti aku paham sepenuhnya: bahwa tidak mencapaimu juga tak apa-apa.


"Apa idealnya yang harus seseorang miliki di usianya yang ke sekian sekian?" menurutku... pemahaman dan keikhlasan bahwa tidak mencapai yang semua orang bilang ideal juga tak apa-apa ehehehe
continue reading Untuk Cita-Citaku Yang Tak Pernah Jadi Nyata

Jumat, 25 Desember 2020

Sabtu, 24 Oktober 2020

Setiap malam, aku selalu merasakan banyak gumpalan awan di kotak pikiranku. Mataku berat, tapi seolah tak bisa terpejam sedikit saja karena sesak dimana-mana. Angin yang membawa gumpalan awan-awan ini tak tentu kapan datangnya, jadi kadang aku harus bertahan cukup lama untuk merasakan ketidaknyamanan ini.

Aku juga kadang merasa dunia ini sangat sepi, namun... tiap melihatnya tertawa hingga matanya nampak segaris saja, tawaku ikut menyembul bersamanya. Mendadak, dunia jadi begitu ramai bagiku. Aku bersyukur Tuhan masih memberiku dia, alasanku untuk tertawa.

Ah... kita cuma butuh percaya saja bukan? percaya akan ada bahagia di ujung jalan sana. Tidak peduli seberat apapun jalannya, jika kita percaya, maka perjalanan ini akan terasa ringan, bukan begitu?

Aku... masih berusaha. Berusaha apa saja...

Apakah, aku ini bahagia?


continue reading

Kamis, 15 Oktober 2020

Senin, 05 Oktober 2020

Selasa, 15 September 2020

Hujan dan Petrichor

Di tempatku hari ini tidak hujan. Bagaimana di tempatmu? Kulihat dari beberapa unggahan teman, di kota mereka sudah hujan.


Apa yang kau rindukan dari hujan? Ah! sejuknya ya?! Sama! Aku juga 😁


Tapi, yang lebih ku rindukan dari hujan adalah, aku bisa berdiam di rumah. Tidak perlu keluar dan bertemu orang karena alasan basah. Aku bisa leluasa berbaring di kasurku dan menghadap tembok sambil mengobrol dengan diriku sendiri. Sesekali aku hirup nafas dalam-dalam, merasakan petrichor menembus rumahku dan sampai di hidungku.


Orang bilang aku ekstrovert. Oh ya? Yang kutahu, semua orang suka berbicara menurut apa yang mereka lihat, ya... orang memang bisa melihat halaman rumah kita dan membicarakannya, tapi yang tahu isi dalam rumah kita kan kita sendiri. Mereka tak tahu, kecuali kita mengizinkan mereka untuk masuk. Jadi, tak masalah mereka mau berkata apa. Yang tahu, ya aku sendiri...

dan orang-orang yang ku izinkan masuk ke dalam menengok isi rumahku.

continue reading Hujan dan Petrichor

statistics

Bukan pakar, mari sama-sama belajar. Pun bukan ahli, mari saling berbagi | Melangit dan Membumi

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact