Jumat, 08 April 2022

Canada

Hai cita-cita!!!

Siang ini aku sangat rindu padamu. Beruntungnya, aku masih bisa menutup mata dan mengingat-ingat aromamu, semangatku dulu. Semoga, kamu tetap akan terwujud, ya!!! Tunggu aku berusaha lagi. Oke?! Aku hanya butuh mendapatkan waktu yang tepat untuk kembali meraihmu.

Cita-cita, terimakasih karena masih berada dalam hatiku. Tak peduli sekeras apapun keadaan mengubahku, kamu tetap berada di sana.

continue reading Canada

Selasa, 17 Agustus 2021

Untuk Diriku

Wahai diriku, terimakasih karena tetap kuat dan tetap jadi baik setelah semuanya yang sudah terjadi. Kamu hebat, kamu keren, aku ngefans sama kamu wkwkwkw. Diriku, janji ya... setelah ini harus hidup lebih bahagia lagi, bahagia terus, tidak peduli apa yang terjadi, kamu selalu punya Allah, Damai dan Danau yang selalu menemani 🤗



continue reading Untuk Diriku

Sabtu, 31 Juli 2021

Sekotak Sari Kacang Hijau

Merasa bahagia pada hal sederhana sungguh nikmat luar biasa rasanya. Seperti yang terjadi pada sekotak sari kacang hijau dan aku siang hari ini. 

Entah kenapa sari kacang hijau ini terasa lebih legit ketimbang biasanya. Sepertinya, karena tangan yang membawanya deh hehehe. Tangan suami sepulang kerja.

Entah sudah berapa lama, aku merasa tak mendapat perhatian dari siapapun, bahkan dari diriku sendiri pun tidak. Kasihan ya aku ini. Jadi, hal sesederhana ini sangat membuatku bahagia. Terimakasih.

continue reading Sekotak Sari Kacang Hijau

Senin, 26 Juli 2021

H-7

Setiap kepergian selalu memiliki alasan. Ada alasan yang kita ketahui, pun ada juga alasan yang tak perlu kita ketahui dari kepergian tersebut.

Menurutmu, siapa yang akan lebih menderita? yang meninggalkan atau yang ditinggalkan? Aku rasa, dua-duanya akan sedih bagi yang saling menyayangi dan ingin selalu mendekap tapi takdir tak bisa berderap mengabulkan hal itu.

Hmmm... aku adalah orang yang paling takut pada kata 'pergi', entah itu aku yang pergi, atau aku yang ditinggal pergi. Itu sebabnya aku tak pernah mau singgah pada apapun dan siapapun dulu. Aku terlalu cupu, takut patah dan mematahkan jika singgah lalu muncul kata pergi dalam cerita.

Tapi, berbeda halnya jika kata pergi hadir pada hubungan yang tak pernah bisa kita hindari untuk bersinggah, seperti hubungan orang tua dan anak.

Mendewasa, dan makin lekat dengan kata 'pergi' semaksimal apapun usahaku untuk menghindari, aku jadi sadar bahwa sepahit apapun perpisahan, toh nanti juga terbiasa. Sebab, lambat laun kita akan disibukkan dengan urusan masing-masing. Meski kesedihan itu ada, lama-lama kita akan lupa karena harus melanjutkan hidup. Sedih dan bahagia memang terus berganti menemani waktu kita, bukan?

continue reading H-7

Rabu, 30 Juni 2021

Ingatan itu selalu Menyiksa

"Ohh gitu"
"Eh..."
"Iya iya..."
"Paham sih"

Kalimat-kalimat itu saja yang bisa saya lontarkan ketika mendengar seseorang bercerita tentang rumah tangganya. Saya, tak sampai hati. Saya yang sesama wanita, ikut menangis bersamanya. Ahhh... kesalahannya sudah bercerita kepada saya.

Ketulusannya, dikhianati oleh pasangannya. Bukan, bukan... dia tak gampang bercerita kepada setiap orang, hanya saya. Itupun karena ada benang merah diantara kami yang menjadikan alasan dia menceritakannya kepada saya.

"Dia selalu minta maaf padaku. Tapi tiap kali aku sudah memaafkannya, Allah menunjukkan kembali kesalahan yang sama darinya walau sudah berusaha ia tutupi dariku. Porak poranda lagi hatiku" dia terisak-isak.
"Dia kira, aku sudah 'selesai' hanya dengan memaafkannya, padahal dia tidak tahu bahwa memaafkan bukan sepenuhnya lupa akan luka itu. Aku sekuat tenaga untuk sembuh... sekuat tenaga sampai rasanya hampir gila. Aku melanjutkan pernikahanku, tapi aku tersiksa dengan ingatanku sendiri. Ingatan akan kesalahannya yang sering melintas di benakku ketika melihat wajahnya. Ehhh belum beres aku berusaha, dia sudah melakukan kesalahan yang sama." lanjutnya.

"Mon, aku harus bagaimana?"
continue reading Ingatan itu selalu Menyiksa

Selasa, 01 Juni 2021

Kamis, 27 Mei 2021

Untuk Suami dari Putriku

Nak, entah kita sempat bertemu atau tidak kelak, tapi ketahuilah bahwa ada yang ingin aku katakan padamu. Aku sungguh menyayangimu tak ubahnya anak kandungku sendiri. Terimakasih karena telah dengan gagah datang mengambil tanggung jawab besar untuk menikahi dan menerima putriku sebagai istrimu. Aku selalu mendoakan dan yakin bahwa engkau adalah lelaki yang sholih.


Nak, hendak kuceritakan sebuah rahasia... mau kah kau mendengarnya?

Tahukah nak? Ketika wanita menikah, ia mengorbankan banyak hal dari dirinya demi membersamaimu. Ia memiliki rumah masa kecil yang penuh cerita, tempat ia dibesarkan dengan kasih sayang oleh orang tuanya, dan ia meninggalkannya demi tinggal denganmu.

Ia memiliki orang tua yang sangat mencintainya, yang merawatnya ketika ia sakit dan terjatuh, yang mendidiknya penuh keringat dan air mata untuk menjadikan ia wanita shalihah seperti sekarang, yang membiayai sekolahnya hingga berpendidikan tinggi, dengan tiba-tiba harus ia tinggalkan untuk tinggal bersamamu. Jangan sakiti ia, tolong jangan kecewakan orang tuanya, karena aku tau betapa hancurnya hati orang tua jika mengetahui anaknya disakiti oleh orang lain. Berikan ia kesempatan untuk berbakti dan mengunjungi orang tuanya. Meskipun dirimulah surganya saat ini.

Nak, dahulu ia memiliki lingkungan dan teman-teman baik yang menyayanginya, yang menghibur di kala ia sedih, yang mengajaknya rutin mengaji dan berdakwah serta mengajak kebaikan. Saat ia sudah menikah denganmu, mungkin ia sudah jarang kontak, hidupnya mulai diliputi kesepian, berusahalah menjadi teman pengganti yang baik baginya. Saling menjagalah kalian dalam kebaikan dan keistiqomahan amal. Jangan sampai ia menjadi melemah imannya ketika menikah denganmu. Menguatlah bersama.

Ketika setelah menikah ia hamil dan melahirkan, tubuhnya mungkin tak seindah dulu. Besarkanlah hatinya dan tetap cintai ia apa adanya. Ia mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anakmu, keturunanmu, cucuku.

Setiap wanita selalu memiliki kekurangan Nak.. Dirimu pun tak selalu ada di kondisi iman dan emosi terbaik. Berpikirlah seribu kali ketika dirimu hendak memarahi dan menyakitinya. Bayangkan dirimu ada di posisinya, aku mengenal putriku, aku yakin ia sudah berusaha, tapi sudah sunnatullah bahwa tak ada istri yang sempurna. Selalulah mendekat dan meminta pada Allah untuk mencari jalan keluar dari masalah yang kalian hadapi.

Nak.. Ada atau tiadanya aku saat kalian menikah nanti, ketahuilah bahwa aku sangat mencintaimu. Bahkan sebelum kau muncul. Semoga rumah tangga kalian diliputi sakinah mawaddah warahmah sampai ke jannahNya.

Nasehat ini juga berlaku dan kuajarkan sedari kecil kepada putriku Nak.

Nak, aku titip putriku, ya. Tolong jangan sakiti dan kecewakan ia. Terimakasih Nak 🙂

continue reading Untuk Suami dari Putriku

statistics

Bukan pakar, mari sama-sama belajar. Pun bukan ahli, mari saling berbagi | Melangit dan Membumi

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact