Jumat, 06 November 2015

Langit part 2


"Kau pernah bilang, tak perlu membedakan, selamat datang dan selamat jalan. Semuanya tersirat dalam lambaian tangan".
Tulis Langit pada bukunya.


Langit ini memang gadis yang menyebalkan. Dia sangat membatasi dirinya dekat dengan seseorang. Sikapnya kerapkali menjengkelkan, dekat dengannya pasti tak kalian rasakan kasih sayang.
Namun setelah hari ini aku jadi mengerti, Langit tak suka menyayangi orang terlalu dalam, karna ia selalu takut akan perpisahan. Tak jarang itu menyiksa dirinya sendiri.
Dan di kebun milik perempuan lajang ini, tempat dimana Langit beberapa waktu ini bekerja, ia dibuat benar-benar menyayangi. Rasakan kau.




- 31 oktober 2015-
continue reading Langit part 2

Langit part 1



Namanya Langit, hari ini dia pergi ke ibukota. Disana dia bertemu Heather Taylor, perempuan UK yang ramah dan menyenangkan, Heather banyak menceritakan ttg negara asalnya. Sepulangnya dari bertemu Heather, di jembatan panjang yg sedang ia lewati, ia bergumam pada Tora.

"Hmmm Tora, bagaimana ya rasanya kerja di gedung2 tinggi itu. Pasti menyenangkan. Setiap hari bisa melihat kota dr jendela yg besar2 itu".

"Iya, aku curiga kita akan terperangkap satu atap lagi. Aha, atau yg lbh parah... kita satu ranjang. Ahh mimpi kita kan sama", jawab Tora.





-1 november '15-

continue reading Langit part 1

Minggu, 18 Oktober 2015

Selasa, 13 Oktober 2015

Kamis, 20 Agustus 2015

DENAI

buka buka buka buka buka kamus lagi hehe... Hari ini saya kangen sama kamus bahasa Indonesia, iseng-iseng baca-bacalah untuk mengobati rasa kangen. Eh.. nemu istilah DENAI hehe.. terus terinspirasi untuk membuat puisi ini. Jika mau tahu arti denai, sok atuh buka kamusnya ^^



Denai,
Aku sedang dilanda risau
Risau jikalau di tengah waktuku menunggu,
ada yang tiba-tiba mengetuk pintu.

Denai,
Kupikir pergi menjauh akan cukup membantu
Tapi yang kuharap patah,
malah kian merekah.

Denai hati,
Kadangkala ia suka
Kadangkala ia duka
Kadangkala ia tabah
Kadangkala ia rebah
Kadangkala ia sendiri
Kadangkala ia ditemani
Kadangkala ia terasa hati
Kadangkala ia memaafi

Hati yang sepi minta ditemani
Hati yang ditemani minta disayangi
Hati yang disayangi minta jangan dikhianati
Hati yang dikhianati minta jangan diulangi.
Begitu katanya, Denai...
continue reading DENAI

Kamis, 04 Juni 2015

TIME OF YOUR LIFE (BINGUNG, TIDAK BERDAYA, TAKUT, KESEPIAN, CEMAS, SEKALIGUS BAHAGIA = ITULAH MASA MUDA)

Akhirnya sampai Bogor juga hehe. Kota impian, kota yang tadinya ingin dijadikan saksi perjalanan masa-masa kampus, tapi akhirnya berlabuhlah masa kampus di Semarang. But, I'm here now, Bogor.
Saya kembali merayakan karakter ambisius terhadap mimpi-mimpi saya yang sebenarnya memang melekat dari lahir, tapi beberapa waktu terakhir meredam karena lebih melirik kondisi sekitar sehingga mengesampingkan mimpi-mimpi yang berbaris rapi di tembok kosan.
'Harus ada perjuangan pada setiap cinta'. Itupun yang sedang saya lakukan, mencintai mimpi-mimpi sama dengan harus memperjuangkannya. Saya tidak pernah menyebut perjuangan itu sebuah pengorbanan, karena bagi saya, tidak ada istilah berkorban dalam cinta.
Pergi ke Bogor berarti harus melonggarkan sementara pegangan ke 'rumah'. Bagaimana rasanya, saya tidak bisa mendeskripsikan hal yang dirasakan. Sedih, bingung, apalah apalah. Karena sejujurnya ini pertamakali saya 'izin sementara' dari amanah. Berat? Tentu.
Galaunya saya tumpe tumpe pokoknya sebelum memutuskan ini hehe. Saya menimbang manfaat dan ketidakmaanfaatannya bukan sehari dua hari tapi hampir setengah tahun, meminta pendapat bukan ke seorang atau dua orang tapi entah sudah berapa. Baiklah, akirnya saya sedang belajar menjadi orang yang berdamai dengan segala tuduhan.
Saya jadi ingat mas didi dan azza hehe... beberapa tahun lalu mereka terpaksa memilih untuk pergi dari 'rumah' kami, dan berjanji kepergiannya akan mmembat mereka lebih baik. Dan benar, beberapa tahun setelah malam dimana air mata tumpah ruah, saya mendapat kabar azza menjadi salah satu exchange student ke Korea, dan mas didi mendapat beasiswa S2 ke UK. Dari mereka saya belajar, jikapun memilih pergi, jangan sampai buat orang yang melepas kita ketika itu menyesal karena setelah pergi kita tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Saya pun akan buktikan itu. Izin sementara ini tidak akan saya sia-siakan, saya berjanji... untuk kalian yang juga berjuang disana tanpa saya. Saya menyayangi kalian, semoga kita selalu dimampukan oleh ALlah ya...

"Aku percaya, setiap bunga akan mekar ketika saatnya tiba: forsythia, kamelian, dan bunga-bunga lain. Bebungaan itu tahu kapan mereka akan mekar; tidak seperti kebanyakan dari kita yang selalu ingin mendahului yang lain. Apakah kamu merasa tertinggal dari teman-temanmu? Apakah kamu merasa telah menyia-siakan waktu sementara teman-temanmu mulai melangkah menuju kesuksesan? Jika kamu berpikir demikian, ingatlah bahwa kamu memiliki masa mekarmu sendiri, begitu juga dengan teman-temanmu. Musimmu belum datang. Namun, ia pasti akan datang ketika kuncupmu terbuka. Mungkin kuncup itu mekar lebih lama dari yang lain, tetapi ketika sampai pada waktunya, kamu akan mekar dengan begitu indah dan menawan seperti bebungaan lain yang telah mekar sebelum dirimu. Jadi, angkatlah kepalamu dan bersiaplah menyambut musimmu. Ingat, kamu begitu menakjubkan!"


Bogor, tempat berpijak kaki saat ini pun tempat yang membuat hati terbang kemana-mana.
continue reading TIME OF YOUR LIFE (BINGUNG, TIDAK BERDAYA, TAKUT, KESEPIAN, CEMAS, SEKALIGUS BAHAGIA = ITULAH MASA MUDA)

Selasa, 07 April 2015

Proses Mengkhatamkan Hidup dengan Kepura-puraan

Banyak pelajaran yang saya dapat 2 bulan terakhir..hehe, ALhamdulillah. Tapi yang kadang membuat berpikir ulang adalah 'pembelajaran tidak mesti melalui cara yang membahagiakan', seperti sekarang yang saya alami. Pura-pura bahagia itu melelahkan, pura-pura kuat untuk diri yang rapuh itu menyakitkan, pura-pura baik-baik saja itu membosankan, pura-pura menyemangati dan menguatkan padahal dirimu sebenarnya orang yang sedang butuh hal itu adalah menyebalkan. Kadang saya bertanya dalam hati sih, 'lha kok kesini makin hidup dalam kepura-puraan ya, Mon?' Entahlah... saya seperti tidak punya pilihan. Saya seperti dibentuk untuk menjadi sosok yang seperti tadi diutarakan... ada banyak hal yang harus sekuat tenaga saya jaga di balik kepura-puraan tersebut. Yaaa kadang kalau sudah capek, diri saya mencari pembenaranya sendiri atas kepura-puraan yang dilakukan, 'hikmahnya, jadi bisa memberi kemanfaatan untuk orang lain'.
Bahkan untuk hanya sekedar menuliskan hal ini disini, saya takut haha. Saya pikir, sajadah lah yang selama ini menampung semua hal kelemahan saya. Akhirnya berani post ini cuma untuk pembelajaran kepada yang lain saya, 'sehebat apapun kamu, ga ada yang bisa dipungkiri bahwa kamu manusia biasa, yang kadang berada di titik terbawah. Harusnya bukan kepura-puraan yang kamu pilih dalam kondisi seperti itu'.

- Bahkan yang "terlihat" kuat pun "harus" ada yang menguatkan. Bahkan yang "terlihat" semangat pun "harus" terus disemangati -

8 April '15, Ruangan Perenungan.
Salam, dari saya yang L-E-L-A-H.
continue reading Proses Mengkhatamkan Hidup dengan Kepura-puraan

statistics

Bukan pakar, mari sama-sama belajar. Pun bukan ahli, mari saling berbagi | Melangit dan Membumi

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact